Call us: 0361-701981 | E-mail: poltek@pnb.ac.id

pnb Terdepan, Profesional, Berdaya Saing Internasional

Politeknik Negeri Bali Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

 Galungan

Politeknik Negeri Bali mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi yang merayakan. 

Berikut cuplikan artikel yang memuat makna Galungan dan Kuningan yang disitasi dari web Parisada Hindu Dharma Indonesia

Makna Galungan

Hari raya Galungan mempunyai makna memperingati kemenangan Dharma melawan Adharma, secara rohani manusia mengendalikan hawa nafsu yang sifatnya mengganggu ketentraman batin yang nantinya berekpresi dalam kegiatan sehari-hari baik secara individu maupun kelompok. Hawa nafsu dalam diri kita dikenal dengan nama Kalatiga yakni tiga macam kala secara bersama-sama dimulai sejak hari Minggu sehari sebelum penyajaan, hari Senin dan berakhir hari Selasa (Penampahan Galungan). Yang dimaksud tiga kala yakni:

  1. Kala Amangkurat yakni nafsu yang selalu ingin berkuasa, ingin menguasai segala keinginan secara batiniah dan nafsu ingin memerintah bila tidak terkendali tumbuh menjadi nafsu serakah untuk mempertahan­kan kekuasaan sekalipun me­nyimpang dari kebenaran.
  2. Kala Dungulan yang berarti segala nafsu untuk mengalahkan semua yang dikuasai oleh teman kita atau orang lain.
  3. Kala Galungan yakni nafsu untuk menang dengan berbagai dalih dan cara yang tidak sesuai dengan norma maupun etika agama.

Hari raya Galungan memang dirayakan sebagai hari raya kemenang­an Dharma melawan Adharma, kalahnya keangkaramurkaan yang oleh Mpu Sedah disebut sebagai "Kadung gulaning parangmuka" lebih jauh dije­laskan musuh yang dimaksud adalah musuh-musuh yang ada pada diri manusia yang terlebih dahulu harus dikalahkan. Musuh dimaksud adalah: kenafsuan (kama), kemarahan (kroda), keserakahan (mada),'irihati (irsya) atau semua tergolong dalam sadripu maupun Satpa Timira. Cek selengkapnya  makna galungan.

Makna Kuningan

Kuning menjadi begitu istimewa manakala umat Hindu merayakan hari raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu Kliwon Wuku Kuningan. Seperti yang dikutip dalam Sundarigama bahwa pada saat Kuningan persembahan kehadapan Hyang Paramestiguru; canang wangi-wangi, canang pasucian, cangan raka, sodan, penek kuning lauk kuning telur dipersembahkan sebelum tegah hari.

Suasana kuningan dalam masyarakat Hindu didominasi oleh warna kuning, mulai dari jejaitan menggunakan janur kuning, tumpeng nasi kuning, hingga wastra (kain) kuning dimana secara keseluruhan melambangkan kesejahteraan jagat. Dengan demikian warna kuning dihari kuningan merupakan sebuah lambang anugerah kesejahteraan lahir bathin bagi seluruh dunia. Juga merupakan pesan bagi setiap insan untuk mengusahakan dan menebarkan kesejahteraan dimanapun ia berada sehingga tercipta suasana swasti (sehat), santih (damai) dan santosa (sejahtera). Cek selengkapnya makna kuningan.

Tags: Politeknik Negeri Bali, galungan, kuningan

Go to top of page