Call us: 0361-701981 | E-mail: poltek@pnb.ac.id

pnb Terdepan, Profesional, Berdaya Saing Internasional

Politeknik Negeri Bali Peringati Hari Pendidikan Nasional dengan Upacara Bendera di Halaman Kampus

 

(Badung). Tepat tanggal 2 Mei 2017, merupakan hari Pendidikan Nasional yang merupakan peringatan untuk mengenang hari kelahiran Bapak Pendidikan Nasional yaitu Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga Indonesia selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan. Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya, tut wuri handayani ("di belakang memberi dorongan"), digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia wafat pada tanggal 26 April 1959. Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Begitupun juga, di kampus Politeknik Negeri Bali juga dilaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional, yang diikuti oleh segenap civitas akademika Politeknik Negeri Bali. Beberapa civitas yang hadir adalah semua staff Pimpinan mulai dari Kepala P3M, Ketua Unit, Ketua Jurusan sampai ketua laboratorium/workshop yang ada di Politeknik Negeri Bali.
Dalam sambutannya direktur Politeknik Negeri Bali, yang dalam hal ini membacakan sambutan dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, menyatakan bahwa
“Kepada para pejuang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi di seluruh penjuru Tanah Air, saya menyampaikan apresiasi atas peran aktif saudara-saudara, Bapak Ibu semua tak kenal lelah mendidik, memberi inspirasi, dan membangkitkan semangat putra-putri kita agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan, memiliki keterampilan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya, bangsa maupun Negara. Untuk semua itu, ijinkan saya atas nama pemerintah menghaturkan rasa terimakasih dan rasa hormat yang setinggi-tingginya”.
Tema yang telah dipilih dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di lingkungan perguruan tinggi kali Ini adalah “Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbungan Ekonomi”. Tema ini dipilih untuk menekankan sekarang ini tibalah saatnya perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Pendidikan Tinggi agar lebih memperhatikan dampak dari aktivitas nya terhadap pengembangan ekonomi, terutama ekonomi di daerahnya. Dengan kata lain, perguruan tinggi lebih dapat memerankan dirinya sebagai agent of economic development disamping agent of education dan agent of research and development.
Kementerian Ristekdikti telah mencanangkan program revitalisasi pendidikan vokasi. Pada tahap awal ada 12 politeknik negeri dan 1 politeknik kesehatan yang mengikuti program revitalisasi ini. Revitalisasi mencakup pembangunan kompetensi, restrukturisasi program keahlian dan kurikulum sesuai kebutuhan industri, dan pembangunan infrastuktur fasilitasi industri untuk praktik kerja atau pemagangan bagi mahasiswa dan dosen. Tujuannya jelas, yaitu untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang link and match dengan industri. (red: PublikasiPoltekBali)

img-20170502-wa0035

 

Tags: Politeknik Negeri Bali, PNB, poltek bali, Hardiknas

Go to top of page