Call us: 0361-701981 | E-mail: poltek@pnb.ac.id

pnb Terdepan, Profesional, Berdaya Saing Internasional

Magister Terapan Perencanaan Pariwisata PNB Pengabdian kepada Masyarakat Pengembangan Desa Wisata Agrocacao di Pohsanten

       Sebanyak 33 mahasiswa Program Magister (S2) Terapan Perencanaan Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB) Minggu, 27 Oktober 2019 merealisasikan proyek pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pengembangan wisata agrocacao sebagai bagian dari tridarma perguruan tingginya di Desa Pohsanten, Kabupaten Jembrana. Pengabdian program studi pertama dan satu-satunya di Indonesia ini diketuai oleh Dra. Ni Made Ernawati, MATM, Ph.D didampingi sejumlah dosen pembimbing.

            Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan wisata agrocacao (cokelat) di antaranya melalui pengerasan jalan, pembuatan akses menuju sungai setempat, pengkonsepan agrocacao edutour, pembuatan tour commentary serta strategi pemasaran produk-produk terkait. Rangkaian pengabdian berbasis desa agrowisata ini ditutup dengan penyuluhan bertema “Bumi Berkelanjutan” yang diberikan secara khusus untuk kelompok Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community-Based Tourism) yang berjumlah 12 petani di samping sejumlah anggota masyarakat lainnya.  

            Menurut Dr. Ni Made Ernawati, MATM, Ph.D, pihaknya sudah melakukan penjajagan serta studi awal untuk proyek pengabdian program studi ber-tagline The School of Managers in Tourism ini. “Pengabdian ini dilakukan dengan penuh perencanaan yang didahului dengan observasi mendalam terhadap setting alam dan geografi serta pendekatan-pendekatan sosiokultural sebagai pengejawantahan konsep community-based tourism. Hal ini sangat relevan dari sisi kedua belah pihak karena Politeknik Negeri Bali sendiri memiliki paradigma pengembangan keilmuan green tourism yang bertanggung jawab pada keselarasan alam/lingkungan, eksistensi bisnis, dan penghormatan sosial-budaya” ujar doktor pariwisata lulusan Australia ini.

Masyarakat Pohsanten yang terlibat dalam pengabdian ini tampak antusias terlibat dalam pengelolaan wisata agrocacao. Menurut kepala desa setempat, I Gusti Agung Kade Sutra Gunadi Putra, pengembangan wisata agrocacao sangat dibutuhkan Desa Pohsanten karena cokelat merupakan komoditas pertanian penting di wilayahnya. Buktinya, luas lahannya 20 hektar. Setiap hektar dikelola satu petani dan setiap 10 hektar dikelola satu subak di mana tiap subak terdiri atas 10 petani. Secara umum jumlah petani cokelat di desa ini 200 KK. “Pengabdian S2 Terapan Pariwisata ini semakin meyakinkan masyarakat di desa kami bahwa agrocacao, di samping merupakan produk pertanian, dapat juga dijadikan produk pembeda dari begitu banyak jenis produk wisata di Bali”. 

Dalam pengabdian ini, bersama sejumlah anggota masyarakat setempat, para mahasiswa magister terapan ini tampak bersemangat melakukan penataan serta perbaikan tour track dengan pemandangan cokelatnya. Di samping itu, para mahasiswa yang sebagian besarnya adalah manajer perusahaan dan pekerja industri pariwisata ini intens terlibat dalam perencanaan manajerial agrowisata coklat, khususnya terkait dengan persoalan bagaimana me-link and match-kan antara produk-produk yang ada dengan needs and wants wisatawan.

Mahasiswa bernama Nyoman Budi Arma, CEO sebuah holding company hospitalitas aktif memberikan wawasan, pengalaman, serta strategi-taktik dan pengoperasian bagaimana mengundang pasar potensial, khususnya pangsa wisatawan peminat agrocacao agar mau datang, tertarik, dan terlibat dalam agrowisata di Pohsanten. Sementara Purna Wirananta, owner beberapa restoran terlihat sibuk memberikan penjelasan bagaimana cara melibatkan pasar aktual dalam rangkaian siklus alamiah cokelat di kebun-kebun yang ada, sehingga ada semacam sense of belonging bahwa cokelat-cokelat tersebut adalah milik si wisatawan.

Dr. I Gede Mudana, M.Si, Ketua Program Studi Perencanaan Pariwisata, Program Magister Terapan, Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali mengharapkan, dari pengabdian kepada masyarakat di Pohsanten ini, para mahasiswa ada yang dapat memetik manfaat secara keilmuan dan bisa menghasilkan karya-karya tulis ilmiah terapan yang inovatif tentang berbagai aspek bisnis wisata agrocacao di mana hasil karya-karya tersebut dapat diterapkan kembali dalam bentuk-bentuk pengabdian lainnya dan bahkan berupa penciptaan usaha-usaha bisnis terkait yang melibatkan masyarakat setempat. Dengan demikian, Pohsanten bisa benar-benar menjadi Desa Wisata Agrocacao dalam pengertian yang sebenarnya sesuai program pengabdian kepada masyarakat yang sejak awal ditangani Dr. Ni Made Ernawati, MATM, Ph.D. Ini menunjukkan, program studi yang dikenal dengan nama Inggris tourism business planning ini berhasil membuktikan adanya situasi menang-menang (win-win solution) antara perguruan tinggi dan masyarakat karena ilmu benar-benar diterapkan dan dimanfaatkan untuk masyarakat (igm).

Tags: PNB, Politeknik Negeri Bali, kampus vokasi terdepan

Go to top of page