Call us: 0361-701981 | E-mail: poltek@pnb.ac.id

pnb Terdepan, Profesional, Berdaya Saing Internasional

Webinar Series 3 Magister Terapan Perencanaan Pariwisata Bahas COVID-19 dengan Pendekatan TUNA Scenario Matrix

Situasi pandemic Covid-19 yang sedang dihadapi bersama menuntut para pelaku usaha kepariwisataan merombak ulang strategi mereka dalam memberlakukan pariwisata keberlanjutan yang harus menyesuaikan standar protokol kesehatan dan gaya hidup new-normal. Karenanya Program Magister Terapan Peencanaan Pariwisata (Matrappar), Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali menggelar Matrappar Webinar Series 3, Selasa, 29 September 2020, pukul 14.00-16.00, via Zoom dengan tema “Strategic Reframing of Sustainable Tourism Industry During Covid-19 Pandemic: A foresight of TUNA Scenario Matrix”. Webinar yang dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi SE, M.Si ini dipandu moderator kenamaan Erika Sedana, mahasiswa Matrappar yang juga Direktur Utama Moritz Logistics Indonesia ini diikuti oleh dua ratusan peserta dari seluruh Indonesia dan negera tetangga, Malaysia dan Singapura, serta Australia.

   

Suzy Hutomo

Levie Lantu

 

Salah seorang pembicara Suzy Hutomo CEO of the Body Shop Indonesia, memaparkan dengan sangat baik bahwa isu pariwisata keberlanjutan pada era ini telah menjadi tren di kalangan para wisatawan. Berdasarakan survey yang dilakukan oleh Agoda dan Booking,com secara daring, sekitar 58% - 68% wisatawan memilih untuk tinggal di properti yang eco-friendly. Dalam sebuah press release oleh Agoda International Indonesia Country Director, Gede Gunawan, menyebutkan bahwa sekitar 40% wisatawan akan menghabiskan ekstra $10 per malam untuk tinggal di property yang memiliki konsep wisata berkelanjutan. Lebih lanjut, situs www.tourismtiger.com menyebutkan bahwa 60% wisatawan tidak keberatan untuk membayar lebih untuk brand property yang memiliki konsep wisata berkelanjutan yang menunjukkan komitmen dari brand itu kepada nilai sosial dan lingkungan.

Pada situasi new normal saat ini, selain pemilihan property yang eco-friendly, wisatawan juga memikirkan tentang apakah destinasi yang akan mereka kunjungi memiliki perencanaan pariwisata yang komprehensif untuk protokol kesehatan terkait dengan Covid-19 dan bagaimana kurva dari Covid-19 itu sendiri di daerah tujuan wisata yang akan dikunjungi. Dengan adanya pandemic ini dan diterapkannya kehidupan secara new normal, maka seluruh aspek bidang usaha harus menyesuaikan dengan SOP yang berlaku dan membuat strategi baru untuk menjalankan usaha mereka di era new normal ini.

Menurut Rafael Ramirez and Angela Wilkinson dalam bukunya yang berjudul Strategic Reframing, The Oxford Scenario Planning Approach, mendeskripsikan T.U.N.A. yang merupakan singkatan dari Turbulence, Unpredictable Uncertainty, Novelty & Ambiguity yang berfokus dalam menginformasikan pendekatan baru untuk strategi dan kebijakan dalam konteks yang menunjukkan turbulensi, ketidakpastian, kebaruan, dan ambiguitas. Elemen yang ada pada T.U.N.A. memicu orang-orang untuk mencari metodologi yang memungkinkan untuk dibuatnya strategi baru yang sesuai dengan situasi saat ini. Hampir seluruh individu dan institusi secara global merasakan bahwa saat ini mereka sedang menghadapi perubahan yang cukup “mengganggu” industri mereka untuk mencapai tujuan dan kepentingan mereka dari segi komersial atau lainnya. Meskipun perubahan sacara mendadak seperti ini bukanlah fenomena yang sangat baru, namun ada sejumlah alasan mengapa era saat ini memicu dirasakan perlu untuk mengembangkan strategi baru yang tidak hanya untuk mengatasinya tetapi juga untuk melakukannya dengan lebih baik kedepannya.

Seperti dikatakan oleh pembicara lainnya Levie Lantu yang berada di Australia pada webinar kali ini, TUNA merupakan suatu sistem kepemimpinan yang mengacu pada kerangka mental pemimpin atau paradigma – target perencanaan skenario. Masalah utama, yang bisa dibilang masalah utama dalam mengelola dunia TUNA dengan sukses adalah "kekakuan bingkai", ketika model mental pemimpin tidak cukup luas atau cukup fleksibel untuk melihat (atau menganggap serius) semua alternatif, hasil yang masuk akal yang penting Dalam masa pandemic ini, semua leader dibuat harus berpikir keras dan sangat berhati-hati dalam mengambil langkah untuk masa depan perusahaan mereka, serta melihat warning signal yang ada untuk mengidentifikasi pasar dengan menggunakan teknologi yang applicable untuk perusahaan mereka. Hal ini membuat para leader dituntut untuk memiliki mental “reframing” dimana para leader harus merombak ulang kerangka berpikir mereka. TUNA membuat para leader dapat memberikan kontribusi pendapat dan mengemukakan pandangan mereka secara bebas mengenai situasi yang terjadi saat ini. Pendapat yang dikemukakan dari para leader mungkin tidak familiar di kalangan para pakar dan pengajar karena situasi yang sedang kita hadapi adalah situasi yang tidak menentu yang kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi kedepannya.

Perencanaan skenario digunakan untuk lebih memahami konteks dan memahami kompleksitasnya. Skenario harus menantang, tetapi tidak terlalu menantang. Banyak perusahaan atau industri dimana mereka sudah memiliki asumsi masa depan yang mereka siapkan saat ini. Sementara Perencanaan skenario TUNA dapat digunakan untuk menantang asumsi dan strateginya. Pemahaman yang berkelanjutan mengacu pada mengizinkan orang-orang dalam suatu organisasi untuk selalu waspada sepanjang waktu. Artinya, indikator untuk setiap skenario harus diidentifikasi untuk melihat tanda-tanda awal. Perencanaan skenario dapat digunakan untuk keterlibatan, yang berarti membangun jembatan dan membentuk kolaborasi yang berfokus pada mempengaruhi dan mengkomunikasikan.

Contoh, saat merger besar antara perusahaan Starwood dan Marriott International, awalnya terjadi beberapa ketidakcocokan dalam banyak hal, dari sisi people, process, dan system. Tetapi kemudian setelah melakukan skenario untuk mulai bekerja sama dan melakukan yang terbaik untuk di masa depan, perusahaan ini menjadi semakin kuat dan menjadi perusahaan hotel industri terbesar di dunia. Dalam situasi pandemic seperti ini, dengan melakukan skenario TUNA ini menjadikan perusahaan ini tetap struggle dan masih bisa menjalankan bisnisnya walaupun dengan kondisi yang tidak normal. Nilai yang paling menonjol diperoleh dari penerapan TUNA Scenario Matrix berdasarkan contoh di atas adalah bisnis dan sosial-budaya. Seperti yang telah disebutkan, perubahan besar terjadi dari sisi people, process dan system selama masa integrasi dari merger ini. Setiap karyawan harus beradaptasi dengan cara kerja dan sistem yang baru karena target bisnis yang ingin dicapai oleh perusahaan yang baru tidak lagi sama dengan yang lama.

Pendekatan TUNA gayut dikenakan untuk industri pariwisata di masa-masa pendemi Covid-19 dan saat-saat paceklik wisatawan seperti ini (Lianda Ayu Puspita, mahasiswa Matrappar Gen1).

Tags: PNB, Politeknik Negeri Bali, Kampus Vokasi Terdepan

Go to top of page