TRIWULAN PAHLAWAN PRESTASI MENGGIRING MAHASISWA MENUJU PRESTASI DUNIA

Triwulan Pahlawan Prestasi merupakan program kerja Bidang Penalaran dan Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Politeknik Negeri Bali dengan tujuan untuk mengapresiasi mahasiswa Politeknik Negeri Bali yang berprestasi, baik prestasi akademik maupun nonakademik. Selain itu, program kerja ini juga memiliki tujuan lainnya yaitu memberikan motivasi bagi mahasiswa agar mampu mengikuti jejak mahasiswa yang telah berprestasi.

Dalam triwulan kedua ini, mahasiswa Politeknik Negeri Bali berhasil menyabet berbagai macam prestasi baik itu di skala regional hingga nasional. Prestasi tersebut mampu diraih berkat kerja keras mahasiswa dan juga berbagai pelatihan yang telah diberikan oleh pihak kampus. Guna mencapai hasil yang maksimal tentunya diperlukan pelatihan yang intensif, Politeknik Negeri Bali mendorong mahasiswanya untuk dapat meraih berbagai prestasi, hal ini ditunjang dengan pemberian pelatihan intensif kepada mahasiswa dan pengadaan sarana dan prasarana yang memadai guna menyokong kualitas pelatihan yang diterima oleh mahasiswa.

Berikut merupakan capaian prestasi mahasiswa Politeknik Negeri Bali dalam triwulan kedua tahun 2021, antara lain : 

  • NPEO (National Polytechnic English Olympic)

NPEO merupakan perlombaan bahasa inggris antar Politeknik di Indonesia yang pada tahun ini mengangkat tema "Gaining language competence for a better life". Lomba ini sudah diadakan sebanyak delapan kali dan sempat vakum pada tahun 2020 karena pandemi. Dalam perlombaan ini terdapat 5 cabang lomba diantaranya; Speech, Story Telling, Writing, News Casting, dan Debate. Dimana cabang lomba Writing merupakan cabang lomba baru. Jumlah peserta pada lomba ini diantaranya; Speech dan Story Telling masing-masing diikuti oleh 72 orang peserta, Writing 49 orang peserta, News Casting sebanyak 63 orang peserta, dan Debate diikuti oleh 37 team masing-masing tim terdiri dari 2 orang peserta.

Politeknik Negeri Bali berhasil menduduki peringkat ke-6 dalam NPEO tahun 2021. Hal ini berhasil diraih berkat pencapaian segudang prestasi mahasiswa dalam perlombaan ini, antara lain:

  • 2nd Runner-up News Casting Master Contest

Berhasil diraih oleh Ni Putu Aprillia Laksmi dari jurusan Akuntansi. Ia mengikuti perlombaan ini untuk mengeksplor dan mengukur kemampuan yang dimilikinya untuk bersaing di tingkat nasional. Setiap hari ia melakukan latihan secara pribadi dengan cara mencari referensi berita-berita dalam bahasa Inggris, kemudian mempelajari cara pengucapan yang tepat.  Dan terbukti dengan pencapaian yang berhasil ia raih, yaitu menjadi 2nd Runner-up News Casting Master Contest. Doa dan dukungan keluarga merupakan kunci keberhasilan dalam meraih pencapaiannya ini. Dengan menanamkan pemikiran bahwa kita tidak bisa selamanya bergantung pada orang tua membuat pencapaian ini berhasil diraihnya. Baginya prestasi bukan semata-mata harus juara, melainkan prestasi adalah hal yang sulit ditempuh tapi masih tetap bisa diusahakan, karena yang terpenting adalah seberapa besar usaha kita untuk meraih prestasi itu.

 “Get the highest tired version, to get the highest target version” 

  • Top 10 Best Master Speaker

I Gede Guntur Saputra, atau yang akrab disapa Guntur merupakan mahasiswa dari jurusan Teknik Elektro yang berhasil meraih Top 10 Best Master Speaker pada ajang perlombaan NPEO 2021. Motivasinya mengikuti perlombaan ini adalah untuk mengembangkan bakat debat yang dimilikinya sejak SMA, serta untuk memeroleh pengalaman baru di perguruan tinggi. Berada diposisi tersebut bukanlah hal yang mudah didapatkan olehnya. Ia rajin mengikuti latihan yang diberikan oleh pihak kampus serta berlatih secara mandiri, terlebih ia hanya memiliki waktu 1 bulan untuk berlatih. Hal ini dikarenakan ia sebelumnya berada pada cabang lomba speech, yang kemudian dialihkan ke cabang lomba debate, sehingga hanya memiliki waktu 1 bulan untuk berlatih. Hal yang sulit ini dapat dilaluinya karena ia telah berprinsip “jika sudah sekali memulai, maksimalkan, menangkan, jangan disia-siakan.” 

  • 2nd Runner-up Speech Master Contest

Ni Putu Marchellina Amara berhasil meraih pencapaian sebagai 2nd Runner-up Speech Master Contest pada ajang perlombaan bergengsi NPEO 2021. Ia merupakan mahasiswa jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali. 

  • 3rd Runner-up Writing Master Contest

Mahasiswa jurusan Akuntansi, Ida Ayu Cantika Widyantari Devi berhasil menempatkan dirinya ke dalam salah satu jajaran mahasiswa berprestasi Politeknik Negeri Bali, berkat prestasinya sebagai 3rd Runner-up Writing Master Contest dalam ajang perlombaan NPEO 2021. 

  • 1st Runner-up Story Telling Novice Contest

Ni Luh Putu Praptiwi, mahasiswa jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali berkesempatan meraih 1st Runner-up Story Telling Novice Contest dalam NPEO 2021.

 

  • 3rd Runner-up Speech Novice Contest

Speech Novice Contest merupakan salah satu cabang perlombaan NPEO 2021. Ni Putu Meisha Yunda Ningsih, mahasiswa jurusan Pariwisata berhasil menempati posisi 3rd Runner-up dalam perlombaan ini. 

  • Karsa Dessert Plating Competition

Dessert Plating Competition bertema “Karsa” merupakan perlombaan tingkat se – Provinsi Bali yang diselenggarakan oleh Institut Pariwisata Bisnis Internasional. Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat kuliner tradisional Indonesia ke level yang lebih tinggi. Peserta lomba ditantang untuk menyajikan kue tradisional ala fine dining. Peserta dibagi menjadi 2 kategori, yaitu SMA/K dan umum / perguruan tinggi. Total peserta untuk kategori SMA/K adalah 9 orang, dan untuk kategori umum / perguruan tinggi sebanyak 7 orang. Peserta diberikan waktu selama 15 menit untuk menampilkan karya terbaiknya. 

Pada perlombaan ini A.A Ngurah Ade Indra, mahasiswa jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali sukses menjadi 1st Winner of Karsa Dessert Plating Competition. Ia merupakan mahasiswa yang haus akan ilmu guna mendapatkan pengalaman yang berarti bagi hidupnya, selain itu ia ingin membuktikan bahwa Politeknik Negeri Bali siap untuk bersaing di industri. Pencapaian ini berhasil diraihnya berkat tekad dan kerja keras serta bimbingan dari dosen. Prinsipnya, teruslah berusaha melakukan segala hal dengan sebaik mungkin, karena usaha tidak akan pernah menghianati hasil.

“Tidak hanya rangking atau peringkat 1 saja yang bisa mendapatkan prestasi tetapi peringkat terakhir di kelas juga bisa mendapatkan prestasi yang jauh lebih berharga.” 

  • Civil National Expo

Civil National Expo merupakan perlombaan yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Sipil Universitas Tarumanegara dengan tujuan untuk mengembangkan kualitas mahasiswa teknik sipil Indonesia dalam bidang konstruksi pada era industri 4.0. Diikuti oleh universitas dan politeknik seluruh Indonesia, yang dimana terdiri dari beberapa cabang lomba, antara lain: Beton Nasional ke-25, Estimasi Biaya Proyek, Analisis Geoteknik, dan Analisis Transportasi. 

Lomba yang diikuti oleh mahasiswa jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali adalah Lomba Estimasi Biaya Proyek. Lomba ini membahas tentang bagaimana proses analisis perhitungan berdasarkan pada metode konstruksi, volume pekerjaan yang dimana keseluruhannya membentuk operasi oprimal yang membutuhkan pembiayaan. Pada perlombaan ini tim Politeknik Negeri Bali berhasil menjadi Juara 3 Lomba Estimasi Biaya Proyek. Adapun mahasiswa yang berada di balik kesuksesan ini antara lain: 

  • Ni Luh Ayu Ariati
  • I Putu Gede Bagus Luhur Swambhara Sthanu
  • Ni Kadek Krisna Dewi 

Mereka merupakan mahasiswa yang dapat mengatur waktu dengan  baik, yakni dapat  membagi waktu antara menyusun tugas besar, kuliah, hingga turut berpartisipasi dalam lomba ini. Hal ini tidak dilalui mereka secara mudah. Selama 1 bulan penuh mereka mempersiapkan manajemen waktu agar tidak keteteran saat ada hal yang tidak terduga, perencanaan apa saja yang harus disiapkan, kemudian strategi apa yang tepat agar semuanya berjalan lancar. Waktu 1 bulan benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh mereka, hingga berhasil meraih pencapaian yang tinggi. Intensitas pertemuan dengan anggota tim dan dosen pembimbing merupakan kendala yang cukup signifikan dirasakan oleh mereka. Namun berkat kegigihan, doa, dan rasa percaya akan sesama anggota tim, mereka mampu menorehkan prestasi yang gemilang.

“Do the best, let god do the rest” 

“Kesuksesan bukan hanya mimpi, yang kamu perlu lakukan adalah bangun, berusaha dan berdoa”