Mahasiswa Teknik Berjaya Harumkan Nama Politeknik Negeri Bali di Kancah Nasional

Perkembangan teknologi yang begitu pesat di era society 5.0 menggiring mahasiswa untuk dapat berfikir kreatif dan inovatif dalam menguasai teknologi dan menciptakan terobosan baru. Mahasiswa teknik contohnya. Mereka dituntut untuk dapat menguasai berbagai teknologi di tengah arus globalisasi dan persaingan bebas agar dapat bersaing dan unggul dalam dunia kerja nantinya.

Sejalan dengan hal ini, mahasiswa teknik Politeknik Negeri Bali membuktikan bahwa mereka mampu meraih berbagai prestasi di kancah nasional dan mengharumkan nama Politeknik Negeri Bali. Prestasi tersebut antara lain:

  • Peringkat 4 Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional

Merupakan perlombaan kategori vokasi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Dengan mekanisme seleksi abstrak, pengumpulan full paper karya dan kemudian dipresentasikan. Jumlah peserta yang lolos seleksi abstrak adalah 11 perguruan tinggi negeri ataupun vokasi se-Indonesia. 

Dalam perlombaan ini mahasiswa Jurusan Teknik Elektro yaitu Komang Popy Arthadi, dan I Putu Rizky Pratama berhasil menyabet posisi sebagai Peringkat 4 dan menempatkan Politeknik Negeri Bali dalam satu-satunya perguruan tinggi vokasi yang berhasil berada pada posisi 5 besar. Kekecewaan jelas mereka rasakan terlebih ketika pada seleksi abstrak, dan full paper karya mereka masih menempati peringkat 1, dan harus rela turun di posisi keempat karena presentasi karya yang belum dapat maksimal mereka lakukan. Kesulitan membagi waktu antara kuliah, magang, organisasi, hingga perlombaan menjadi alasannya. Namun berkat kerja keras dan tekad yang kuat untuk mengikuti lomba pencapaian ini pun berhasil mereka raih. 

  • Lomba Line Follower Tingkat Nasional oleh Politeknik Negeri Jakarta

Lomba line follower atau yang lebih dikenal dengan E-Time merupakan perlombaan tahunan berskala nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Jakarta dengan tema “Revolution of Technology”. 

Terdapat 3 kegiatan lomba yang dilaksanakan, antara lain:

IoT (Internet of Things)

Karya yang dibuat merupakan integrasi antara perangkat-keras (hardware) dan perangkat lunak (software) dan dibantu dari sistem Internet of Things yang dapat bekerja secara otomatis.

RMI (Robot Mini Industrial)

Merupakan konsep robot otomatis yang dikontrol dengan menggunakan microcontroller tertentu dan menggunakan suatu bahasa pemrograman yang bergerak mengikuti suatu garis secara otomatis dengan melewati rintangan yang ditentukan atau lebih dikenal dengan istilah robot line follower.

PLC (Programmable Logic Controller)

Merupakan salah satu perangkat keras yang keberadaannya memiliki peranan kontrol dalam industri. 

Dalam perlombaan ini mahasiswa Politeknik Negeri Bali berhasil meraih 2 pencapaian, yaitu sebagai berikut:

  • Best Desain Robot

Berhasil diraih oleh Tim Sonicbot yang beranggotakan I Kadek Widya Putra, I Komang Budayasa dan Gede Andika Saputra. Mereka merupakan mahasiswa jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin di Politeknik Negeri Bali. Keberhasilan ini dapat diraih berkat kerja keras dan inovasi yang Tim Sonicbot miliki. Dalam pembuatan robotnya, mereka menggunakan bahan bekas yang tidak terpakai lalu diolah dan didesain sedemikian rupa sehingga menjadi robot berkualitas baik dan kemudian dinobatkan sebagai Best Desain Robot. Dalam pencapaian ini berbagai hambatan tentu mereka rasakan, ketelitian, kesabaran dan tekad menjadikan mereka mampu menghadapi segala hambatan tersebut.

  • Finalis

Tim Venombott yang beranggotakan I Putu Juna Aryawan, I Wayan Arya Paramartha Adi Pratama Putra dan Komang Agus Widyatmika merupakan mahasiswa jurusan Teknik Elektro yang berhasil menjadi finalis dalam perlombaan ini. Meskipun belum berkesempatan berada pada posisi pertama namun mereka tidak akan pernah patah semangat dan akan terus berjuang di kompetisi-kompetisi selanjutnya guna mengharumkan nama Politeknik Negeri Bali di kancah nasional. 

  • Lomba Line Follower Tingkat Nasional oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta

Lomba Line Follower merupakan perlombaan tahunan tingkat nasional yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Line Follower Eltrums 8 2021 merupakan cabang lomba robotika yang diikuti oleh siswa, mahasiswa, hingga komunitas umum se-Indonesia. 

Line Follower ini memiliki prinsip lomba yaitu robot mengikuti garis atau lintasan yang sudah ditentukan secara otomatis tanpa bantuan apapun. Sistem penilaiannya adalah pengambilan waktu tercepat robot yang dapat mencapai garis finish. Selain Line Follower, terdapat juga Arduino Project Competition untuk mengasah logika dan menyelesaikan sebuah permasalahan yang ada saat ini yaitu Covid-19 dan E-Sport Mobile Legend Competition. 

Kompetisi ini diawali dengan babak penyisihan pada tanggal 29 Juli 2021, dilanjutkan dengan babak 32 besar pada tanggal 30 Juli 2021, babak 16 besar hingga final pada tanggal 31 Juli 2021. Peserta dalam kompetisi ini diantaranya Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Udayana, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, STTN Batan, Politeknik Negeri Bali, SMKN 2 Yogyakarta, Umum, dan sebagainya. 

Dari 100 tim yang bertanding, mahasiswa Politeknik Negeri Bali berhasil menduduki posisi yang baik dalam perlombaan ini, antara lain:

  • Finalis

I Gusti Agung Bagus Wisnu Wangsa Kepakisan, Ida Bagus Arisudha Krishna Kanaka, dan I Gede Candra Andika merupakan mahasiswa jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro yang tergabung dalam Tim Rahayu dan berhasil menjadi finalis dan mengalahkan 96 tim lain dalam ajang perlombaan ini.

  • Juara Penyisihan 3

Tim Venombott yang beranggotakan I Putu Juna Aryawan, I Wayan Arya Paramartha Adi Pratama Putra dan Komang Agus Widyatmika lagi-lagi berhasil meraih prestasi yang tidak kalah membanggakan dibanding prestasi yang sebelumnya. Mereka berhasil menjadi Juara Penyisihan 3 dalam ajang perlombaan ini. Hal ini bukanlah merupakan hal yang mudah pasalnya dalam kurun waktu yang bersamaan yaitu di bulan juli tim ini berhasil meraih prestasi dalam dua kategori lomba yang sama namun di dua tempat yang berbeda. Kerja keras dan kekompakan dari anggota tim membuat pencapaian ini berhasil diraih.

  • Juara Penyisihan 4

Ida Ayu Gede Pradnya Pramesti, Kadek Krisna Widyasthana, dan I Komang Widiartha Wijaya yang tergabung dalam Tim Ro-Bot menduduki posisi sebagai Juara Penyisihan 4 dalam ajang perlombaan ini. Posisi ini bukanlah posisi yang mudah mereka raih, mereka mengalami berbagai hambatan dalam prosesnya. Contohnya pada saat setting robot, microcontroller yang digunakan dalam robot tersebut terlepas di satu hari sebelum perlombaan, sehingga mereka perlu merangkai ulang robot tersebut sehingga di hari perlombaan dapat digunakan. Hal ini dapat diwujudkan berkat kekompakan tim, kegigihan dan kesabaran yang baik.

 

“Jangan pernah takut untuk memulai, karena semua hal yang besar selalu berawal dari satu titik yang kecil. Kegagalan bukanlah akhir, namun awal dari sebuah perjuangan, teruslah berjuang karena usaha tidak akan pernah menghianati hasil”